Apa itu User Experience (UX) Serta Dampaknya

apa itu user experience

Jika Anda membuka artikel ini berarti Anda salah satu dari  2 jenis pengunjung. Satu, pemula dalam mengembangkan bisnis berbasis website milik Anda. Atau yang kedua, Anda adalah seorang pelajar atau mahasiswa yang mencari tahu apa itu User Experience.

User Experience atau lebih dikenal dengan singkatan (UX) merupakan hal vital yang sangat penting dalam mengembangkan sebuah produk di era digital ini. Baik dalam website, aplikasi smartphone dan software lainnya. Seperti yang kita ketahui pada zaman sekarang semuanya serba mengandalkan internet. Era digital ini juga mempengaruhi dan membawa sebagian besar orang yang berbisnis menjadi lebih berkembang.

Website merupakan media promosi atau tempat pemasaran yang sangat berpengaruh akhir-akhir ini. Dan tahukah Anda bahwa User Experience sangatlah berperan besar dalam meningkatkan loyalitas pelanggan dan penjualan Anda.

Mengapa demikian? Mari kita ulas bersama pada artikel kali ini.

Mengenal User Experience

User Experience atau (UX) adalah sebuah pengalaman pengguna internet dalam menggunakan sistem digital untuk membeli produk kita, misalnya melalui website atau aplikasi. Baik interaksi yang dilakukan oleh pengguna dan fitur yang kita sediakan dalam menjual produk. Lalu pengalaman ini dilihat dari seberapa mudah dan praktisnya pengguna mendapatkan produk yang kita jual.

Jadi User Experience ini lebih mengutamakan nyaman atau tidaknya pengguna untuk mencapai tujuan mereka dalam website kita. Baik dilihat dari desain UI yang friendly, produk yang mudah diakses, tampilan tata letak menu yang praktis, dan masih banyak lagi. Lebih tepatnya, sebenarnya UX ini bukan berdasarkan ketika pengguna berinteraksi di toko online namun offline pun bisa. Tapi istilah ini sangat banyak digunakan di dunia ecommerce dengan segala bentuk produk barang maupun jasa bahkan hanya sekedar informasi. Lalu apa saja bagian yang menjadi user experience secara mendetail?

  1. Iklan produk Anda yang diperoleh seorang pengguna, apakah cukup menarik atau tidak.
  2. Lalu ketika pengguna datang dan penasaran mengunjungi toko. Melihat tata letak, desain toko online atau ruangan secara offline, sampai mencoba memegang atau melihat produknya.
  3. Tentu saja bukan sampai disitu. User Experience termasuk pengalaman pengguna dilayani oleh Anda, sampai membeli produk dan membawanya pulang.
  4. Tapi dalam artikel ini saya jelaskan bahwa UX sebenarnya berpengaruh sampai produk yang Anda jual dipakai oleh pengguna.

Jadi semua itu sebenarnya mencakup User Experience yang sangat berpengaruh terhadap berlangsungnya produk kita. Mungkin sekarang dalam aplikasi belanja sudah ada fitur ulasan atau komentar pengguna yang sudah merasakan sebuah produk. Nah disitulah, pada ulasan itu pengguna menjelaskan bagaimana pelayanan yang diberikan serta produk yang Anda jual. Sudah paham sampai disini?

Untuk terciptanya sebuah User Experience, tentunya dipengaruhi dari beberapa divisi atau bagian pengembang bisnis. Mari kita bahas bersama.

Divisi Pengembang Untuk User Experience

User Experience menjadi salah satu hal penting dalam bisnis jaman sekarang terutama dalam bidang ecommerce. Agar menghasilkan sebuah User Experience ini, tentunya ada beberapa divisi dalam mengembangkan website dan membuat produk, diantaranya :

  • Project Management

Seperti namanya, divisi ini bekerja dalam hal mengelola perencanaan proyek dan segala yang mencakup jalannya bisnis. Seperti didalam sebuah organisasi tentunya Project Management dianggap sebagai kepala untuk mengarahkan segala hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pengelolaan. Oleh karena itu penting sekali dalam pengembangan bisnis Anda dari mulai desain hingga pelayanan. Dan tentunya apakah akan menghasilkan UX yang bagus atau bahkan buruk.

  • User Research

Divisi atau bagian ini berfungsi untuk mencari tahu bagaimana selera pengguna atau pasar. Dengan mempertimbangkan feedback dari pengguna juga akan menjadi pekerjaan User Research. Pekerjaannya meliputi observasi, analisis atau memperhatikan pengguna terhadap produk kita dan mencari feedback. Tujuannya agar mendapatkan UX yang baik tentunya.

  • Usability Evaluation

Dalam ecommerce baik berupa website atau aplikasi tentunya terdapat menu atau fitur untuk membantu pengguna. Nah, disinilah divisi ini bekerja, dengan melihat kepuasan pengguna dalam menggunakan fitur yang kita miliki. Apakah memudahkan atau malah menyulitkan pengguna. Jika menyulitkan berarti ada yang perlu di evaluasi lagi sehingga website atau aplikasi menjadi lebih profesional.

  • Information Architecture

Sudah jelas divisi ini bekerja untuk menyusun struktur informasi berupa segala hal mengenai fitur, deskripsi produk, tentang perusahaan yang membuat produk dan masih banyak lagi agar mudah dibaca oleh pengguna. Nah, informasi ini tentunya akan diberikan kepada pengguna agar bisa dipahami.

  • Visual Design

Divisi ini mengatur segala hal mengenai tata letak atau tampilan website yang akan mempengaruhi interface nya. Tentu saja desain yang digunakan harus sesuai dengan visi misi perusahaan dan produk yang dijual. Hal ini akan membuat pengguna merasa nyaman secara tidak langsung.

  • Content Strategy

Dalam bidang ini tentu saja berfokus pada tulisan informatif yang nantinya akan bekerja sama langsung dengan Information Architecture. Strategi ini bekerja dalam segala hal informasi yang berkaitan dengan produk.

  • User Interface Design

Desain User Interface atau yang disingkat ( Desain UI) ini tentunya tidak asing lagi karena sangat berhubungan langsung dengan UX. Tentunya pada bagian ini bekerja agar memastikan atau mengantisipasi apa saja yang diperlukan pengguna dalam menggunakan website kita. Selain itu, Desain UI ini juga harus mengetahui apakah tampilan website memiliki elemen yang mudah diakses oleh pengguna atau tidak.

  • Interaction Design

Dalam segala aktivitas pengguna di website, tentunya pengguna memerlukan interaksi agar lancar dalam mencari produk. Maka bagian ini bekerja untuk memberikan sistem interaktif yang dibutuhkan pengguna. Tentunya dengan hasil yang relevan dari analisis yang matang.

  • Web Analytics

Seperti namanya, khusus dalam ecommerce di bidang web, bagian ini bertugas dalam menganalisis serta menguji. Tentunya termasuk dalam pengumpulan data, pelaporan dan analisis data yang berkaitan dengan jalannya website. Yang nantinya akan mempengaruhi hasil User Experience.

Dalam ulasan diatas tentunya membahas tentang pengertian dan faktor yang menimbulkan User Experience. Namun pastinya segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem memiliki dampak negatif tersendiri. Berikut adalah penjelasannya.

Dampak Negatif User Experience Yang Buruk

Jangan salah paham dulu. Dampak negatif User Experience tentunya berasal dari pengalaman buruk pengguna ketika berinteraksi dengan website atau memakai produk Anda. Bukan semata-mata User Experience adalah segala hal yang baik dalam berbisnis ecommerce ya. Namun UX ini adalah istilah atau sistem yang menitik-beratkan kepada “Apakah website kita sudah profesinal?” Ketika menjawab IYA atau TIDAK itulah yang menjadi User Experience. Jika jawabannya YA maka User Experience nya bagus, namun jika sebaliknya maka bersifat buruk. Dan jelas UX ini akan mempengaruhi jalannya bisnis yang Anda miliki.

Jadi apa saja dampak dari User Experience yang buruk bagi bisnis Anda?

  • Pengguna Beralih ke Produk Orang Lain

Sudah sangat jelas ketika pengguna tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Baik dalam kesulitan untuk mendapatkan produk atau ternyata produk tidak sesuai, maka mereka cenderung meninggalkan produk Anda. Dalam User Experience tentunya yang Anda inginkan adalah kepercayaan atau loyalitas dari pengguna bukan?

Maka buatlah pengembangan website dan produk lebih bagus lagi agar memiliki UX yang lebih baik.

  • Rusaknya Reputasi Perusahaan / Bisnis Anda

User Experience dapat ditemukan pada kolom feedback secara online. Atau bahkan dari mulut ke mulut pengguna satu dengan yang lainnya. Ketika pengguna merasa tidak cocok atau kecewa dengan fitur yang ada atau bahkan produk Anda. Biasanya pengguna akan meninggalkan feedback atau komentar buruk yang menunjukan bahwa mereka kecewa.

Nah ini tentunya sudah jelas akan membuat reputasi website atau aplikasi produk kita jelek.

  • Rugi Bisnis yang Besar

Dengan hilangnya respek atau kepercayaan dari pengguna dan rusaknya reputasi bisnis Anda maka sudah jelas akan membuat Anda rugi besar. Dalam hal ini disebabkan oleh berbagai faktor tentu saja misalnya pengguna yang kesusahan mengakses website Anda. Dalam artian ketika gambar produk tidak ditampilkan, ulasan atau deskripsi produk juga tidak ada dan masih banyak lagi. Tentunya akan membuat pengguna memilih produk orang lain dan meninggalkan website Anda. Jika dibiarkan seperti ini, memiliki User Experience yang buruk akan membuat bisnis Anda rugi besar.

Lalu ketika ingin mengevaluasi produk dan website, modal yang dikeluarkan akan lebih besar. Karena memiliki UX yang baik dari awal tentu saja akan aman dan tidak mengeluarkan modal lagi hanya untuk memperbaiki struktur website dan produk.

Kesimpulan

Jadi pada kesimpulannya User Experience merupakan segala bentuk sifat pengguna terhadap website produk atau aplikasi yang Anda miliki. Sifat pengguna yang baik dan terpuaskan akan menghasilkan User Experience yang bagus dengan segala keuntungannya. Namun jika pengguna merasa tidak nyaman maka akan menghasilkan UX yang buruk yang akan mempengaruhi jalannya bisnis Anda.

User Experience terjadi dari struktur atau divisi pengembang website dan produk yang kita tawarkan kepada si pengguna. Oleh karena itu selalu evaluasi tim bisnis Anda dalam memberikan pelayanan baik tentunya dengan produk yang bagus. Lalu tidak menutup kemungkinan User Experience bisnis Anda akan bagus.

Nah itu dia ulasan mengenai User Experience yang mungkin akan membantu Anda dalam mengenal istilah yang ada di era digital ini. Untuk itu bisa Anda buka menu Blog pada qqseo.id ini jika ingin mengetahui segala hal yang berhubungan dengan website. Sampai jumpa di lain artikel!

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *